pomegranate
sudah lama ga posting sudah 2 tahun itu kalo dilihat dari tanggal postingan yang terakhir mah, tadi baru ke warung membeli rokok di warung yang menjual rokok tentunya, ga perlu pake ktp katanya kalo mau beli rokok. sekarang dilayar nunjukin waktu 1240 dan nanti bisa dilihat berapa kecepatan ketikan saya ini.
tadi ke warung bulan terang, saat saya keluar ternyata ada yang menutupi, tapi saat saya sampai ke rumah lagi yang menutupi itu terbuka kembali.
ah segelapgelapnya di dunia ini masih ada yang mau menerangi, tak segelap yang katanya dulu manusia itu sudah melakukan perjanjian dengan maha pencipta, mungkin kamu lupa?
oke.. saya membahas yang enak enak aja ya? karena nyebar yang buruk buruk juga sebenernya saya juga bisa, tapi saya malu kalo yang ga tau apa apa malah ikut kena yang buruk buruk dari bahasan saya.
oh iya tentang perjanjian itu yang katanya gelap, kalo menurut keterangan al quran ada di surat az zumar ayat 6.
dan sebelum kamu baca al quran itu harus diawali dengan merunduk memohon perlindungan dulu dari godaannya setan yang terkutuk, jadi ada sop nya, memang al quran itu semua bisa baca, tapi kalo mau bisa login itu harus gitu. jadi ada sop khususnya.
jangan anggap saya ini guru, karena wisuda aja ga ikut saya mah, kalo ditanya sama kawankawan dan keluarga kapan diwisuda pasti saya ngejawabnya males ah bajunya longgar harus dikecilin lagi ukuran bajunya, dan jangan anggap tulisan saya ini sebagai islamisasi, karena saya yakin tidak ada paksaan untuk memelukmu... maksudnya untuk memeluk agama islam. karena saya juga yakin founding fathernya agama (tata cara hidup) islam juga awalnya tidak melakukan paksaan untuk menyebarkan agama islam itu, nyebarin agamanya itu ga pake senapan, tapi dengan prilakunya.
mungkin ada menganggap prilakunya itu aneh, tapi ada juga yang mengenali prilakunya itu bersifat positif, dan mungkin untuk yang mengenali itu bergumam seperti.. ih kok sama? tapi ini mah lebih fresh. itu karena kebenaran tidak dikuasai oleh satu orang atau suatu kelompok kan ya?
sekarang itu banyak yang berprinsip move on, tapi kalo move on yang kekinian untuk melupakan masa lalu saya termasuk yang tidak bisa melakukannya, karena tidak akan ada sekarang kalo tidak ada masa lalu.
tidak ada masa lalu, memposisikan diri pada khayalan kekinian untuk perpanjangan fantasi esok tentu saya tidak mau.
baiklah saya bahas lagi tentang founding fathernya islam, walaupun saya mungkin belum bisa mencakup atau mungkin belum cakap untuk membahas manusia yang menurut saya bisa dianggap berpangkat rahmatan lil alamin menurut bahasa arab yang kalo diterjemahkan ke bahasa ri itu rahmat seluruh alam.
rahmat itu seperti apa ya? mungkin bisa seperti gunung yang bisa menampung dan menahan panasnya lahar, atau seperti hujan yang turunnya pas tidak menyebabkan banjir, atau seperti matahari yang tidak menyengat di siang hari, atau bisa juga seperti lahan yang gersang tapi bisa bermunculan tumbuhtumbuhan.. atau mungkin kamu ada rahmatnya versi kamu?
memang sih nikmat kalo bisa langsung bercakap-cakap langsung dengan founding fathernya islam, saya mungkin saat itu sedang duduk memakai pakaian yang biasa saya pakai, mungkin sambil merokok, atau mungkin memegang secangkir air kopi yang tak perlu nekoneko, sambil berbagi informasi pengalaman yang saya alami merujuk kepada keterangan yang beliau alami.
baiklah.. kita coba kembali ke kegelapan sedikit, jangan takut karena kegelepan yang saya bahas ini ada yang menerangi.
saya atau mungkin kamu yang termasuk mengalami dimana ada yang namanya foto, dan pernah difoto entah itu oleh orang tuamu, saudaramu, atau tukang foto yang memfotokan kamu sekeluarga, ingatkah kamu ada foto saat kamu masih kecil, siapakah kamu saat itu? yang kamu tidak ingat, bahwa kamu pernah mengalami difoto?
nah itu kamu ternyata ingat.
sekarang dilayar nunjukin waktu 337 memang benar saya mah kayanya ga ada bakat jadi penulis, saya itu sebenarnya ini tadi mau ngebahas buah delima yang pernah saya makan, tapi sepertinya nanti deh kalo saya sudah melakukan lagi kegiatan merasakan buah delima itu.
oh ya fyi buah delima emang enak lho..
ngetik diwaktu 349
tadi ke warung bulan terang, saat saya keluar ternyata ada yang menutupi, tapi saat saya sampai ke rumah lagi yang menutupi itu terbuka kembali.
ah segelapgelapnya di dunia ini masih ada yang mau menerangi, tak segelap yang katanya dulu manusia itu sudah melakukan perjanjian dengan maha pencipta, mungkin kamu lupa?
oke.. saya membahas yang enak enak aja ya? karena nyebar yang buruk buruk juga sebenernya saya juga bisa, tapi saya malu kalo yang ga tau apa apa malah ikut kena yang buruk buruk dari bahasan saya.
oh iya tentang perjanjian itu yang katanya gelap, kalo menurut keterangan al quran ada di surat az zumar ayat 6.
dan sebelum kamu baca al quran itu harus diawali dengan merunduk memohon perlindungan dulu dari godaannya setan yang terkutuk, jadi ada sop nya, memang al quran itu semua bisa baca, tapi kalo mau bisa login itu harus gitu. jadi ada sop khususnya.
jangan anggap saya ini guru, karena wisuda aja ga ikut saya mah, kalo ditanya sama kawankawan dan keluarga kapan diwisuda pasti saya ngejawabnya males ah bajunya longgar harus dikecilin lagi ukuran bajunya, dan jangan anggap tulisan saya ini sebagai islamisasi, karena saya yakin tidak ada paksaan untuk memelukmu... maksudnya untuk memeluk agama islam. karena saya juga yakin founding fathernya agama (tata cara hidup) islam juga awalnya tidak melakukan paksaan untuk menyebarkan agama islam itu, nyebarin agamanya itu ga pake senapan, tapi dengan prilakunya.
mungkin ada menganggap prilakunya itu aneh, tapi ada juga yang mengenali prilakunya itu bersifat positif, dan mungkin untuk yang mengenali itu bergumam seperti.. ih kok sama? tapi ini mah lebih fresh. itu karena kebenaran tidak dikuasai oleh satu orang atau suatu kelompok kan ya?
sekarang itu banyak yang berprinsip move on, tapi kalo move on yang kekinian untuk melupakan masa lalu saya termasuk yang tidak bisa melakukannya, karena tidak akan ada sekarang kalo tidak ada masa lalu.
tidak ada masa lalu, memposisikan diri pada khayalan kekinian untuk perpanjangan fantasi esok tentu saya tidak mau.
baiklah saya bahas lagi tentang founding fathernya islam, walaupun saya mungkin belum bisa mencakup atau mungkin belum cakap untuk membahas manusia yang menurut saya bisa dianggap berpangkat rahmatan lil alamin menurut bahasa arab yang kalo diterjemahkan ke bahasa ri itu rahmat seluruh alam.
rahmat itu seperti apa ya? mungkin bisa seperti gunung yang bisa menampung dan menahan panasnya lahar, atau seperti hujan yang turunnya pas tidak menyebabkan banjir, atau seperti matahari yang tidak menyengat di siang hari, atau bisa juga seperti lahan yang gersang tapi bisa bermunculan tumbuhtumbuhan.. atau mungkin kamu ada rahmatnya versi kamu?
memang sih nikmat kalo bisa langsung bercakap-cakap langsung dengan founding fathernya islam, saya mungkin saat itu sedang duduk memakai pakaian yang biasa saya pakai, mungkin sambil merokok, atau mungkin memegang secangkir air kopi yang tak perlu nekoneko, sambil berbagi informasi pengalaman yang saya alami merujuk kepada keterangan yang beliau alami.
baiklah.. kita coba kembali ke kegelapan sedikit, jangan takut karena kegelepan yang saya bahas ini ada yang menerangi.
saya atau mungkin kamu yang termasuk mengalami dimana ada yang namanya foto, dan pernah difoto entah itu oleh orang tuamu, saudaramu, atau tukang foto yang memfotokan kamu sekeluarga, ingatkah kamu ada foto saat kamu masih kecil, siapakah kamu saat itu? yang kamu tidak ingat, bahwa kamu pernah mengalami difoto?
nah itu kamu ternyata ingat.
sekarang dilayar nunjukin waktu 337 memang benar saya mah kayanya ga ada bakat jadi penulis, saya itu sebenarnya ini tadi mau ngebahas buah delima yang pernah saya makan, tapi sepertinya nanti deh kalo saya sudah melakukan lagi kegiatan merasakan buah delima itu.
oh ya fyi buah delima emang enak lho..
ngetik diwaktu 349


Comments
Post a Comment