rambu rambu itu kondisional, tidak mutlak (catatan kecil untuk si aku)
suatu hari hape yang saya pake berbunyi, oh ada pesan singkat dari aplikasi whatsapp ternyata, pesan itu dari adikku yang minta untuk dijemput di pvj, itu adalah suatu mall di Bandung, saya menunggu di depan pintu masuk mall itu, terlihat banyak pengendara motor yang parkir di situ, walaupun ada rambu lalulintas berlambangkan huruf s yang dicoret, yang dimana artinya tidak boleh berhenti
"tapi kan hanya dilarang stop doang, kalo parkir mah boleh dong...?"
mungkin maksudnya berhenti aja tidak boleh, apalagi kalau parkir, dan mungkin si pemasang rambu-rambu itu melihat kondisi di depan mall pvj yang mewah itu jalannya sangat sempit, jadi dipasangi rambu-rambu s coret itu, karena bisa berpotensi menyebabkan kemacetan, jadi rambu rambu itu adalah kondisional juga, dan tidak mutlak
"maksudnya?"
misal kamu mau pulang ke rumah, di jalur yang biasa kamu lewati ada jalur yang lebih dekat untuk sampai ke rumahmu, tapi jalur itu dipasangi rambu perboden 🚫 yaitu tanda tidak boleh lewat jalan tersebut, karena si pemasang rambu perboden di jalan itu melihat, jika jalan itu dilalui akan berpotensi menimbulkan kemacetan, atau bahkan tidak maju sama sekali, tapi disaat kamu sedang di malam hari misal, pulang kerja larut malam dan jalan tersebut lengang atau sepi, di situ pikiranmu harus sedikit digunakan, apakah harus lewat jalur biasa mengikuti seluruh rambu-rambu yang ada, atau lewat jalan pintas ini saja, karena ini kan sedang sepi, saat itu pikiranmu melakukan kalkulasi yang saya belum tahu kecepatan menghitungnya berapa, berkalkulasi bahwa, jika saat ini melalui jalan yang dipasangi rambu perboden itu tidak mungkin sampai membuat kemacetan. jadi rambu-rambu itu adalah kondisional dan tidak mutlak.
"hah? oh.. eh?"
kamu jika sedang berkendara di hari yang sepi atau malam hari dan rambu lampu lalulintas sedang menyuruhmu untuk berhenti, sedangkan kamu sebagai pengendara yang diberi penglihatan bahwa jalanan lagi sepi, dan memang bisa melihat tidak ada kendaraan lain di jalur yang lainnya, apakah kamu akan maju? atau tetap menunggu ikuti aturan rambu-rambu? jadi rambu-rambu kondisional itu tidak mutlak.
"apa?"
apa ai kamu?


Comments
Post a Comment