Transkrip yang Ditundakan


hari ini saya ada janji untuk bertemu dengan teman, yang tadinya mau melakukan rekaman podcast episode yang ke dua. kami sudah melakukan rekaman podcast sebelumnya, makanya kami mau melakukan rekaman podcast lagi walaupun mungkin di kemasannya hanya terlihat sebagai dua orang yang sedang mengobrol saja.
di episode pertama kami membahas tentang virus korona, tentang Dilan dan Milea yang kehujanan tetapi esok harinya masih pada bisa masuk sekolah, fenomena tentang adanya jawaban alternatif dari kisah pertemuan antara nabi Musa dan nabi Khidr, membahas mantan hingga membahas cinta yang tidak masuk akal, sampai dengan pembacaan puisi atau sajak atau apalah itu namanya saya juga engga tahu.

saya pun mengunjungi kediaman teman saya itu, kami sepakat untuk podcast kali ini akan membahas tentang simbol, tapi entah kenapa rasa malas menghampiri kami pada saat mau melakukan rekaman. saya coba menawarkan rancangan pola yang saya harap bisa digunakan sebagai pemantik untuk teman saya agar bisa melakukan rekaman podcast yang sudah direncanakan hari ini.

tapi entah kenapa, ada rasa enggan yang tersirat dari gerak isyarat temanku itu, mungkin konsep yang saya rancang sebagai pemantik obrolan dianggap suatu yang tabu bagi temanku, dan saya memakluminya.
kami pun kedatangan pengemudi ojek online yang telah diutus oleh istrinya temanku itu, pengemudi ojek online tersebut membawa bingkisan cireng, dan temanku pun meminta izin kepadaku untuk ke dapur sebentar karena ada keperluan untuk menggoreng cireng tadi agar selanjutnya bisa dimakan. lalu kami pun makan.

setelah jam 2 sore temanku pulang ke rumah istrinya, saya pun pulang ke rumahku, dengan membawa hasil tidak jadi melakukan rekaman podcast hari ini. saya pun langsung beranjak ke kamar untuk rebahan, entah kenapa rumah adalah bagaikan sumber daya untukku, ketika di perjalanan aku merasa lelah dan ingin langsung tidur saja ketika sampai di rumah, tapi sesudah sampai di rumah terasa segar kembali, rumah seperti memberi sumber daya bagiku.

lalu saya pun mengetik di sini, menceritakan pengalaman saya hari ini, yang tidak jadi melakukan rekaman podcast hari ini.

membahas simbol sebetulnya tidak terlalu rumit, karena orang-orang memang sudah terbiasa dengan simbol-simbol, seperti simbol berlalu-lintas sebagai media untuk berkomunikasi dan memberi petunjuk kepada pengguna jalan saat berlalu lintas, mengkomunikasikan bahwa yang menempatkan simbol-simbol tertentu di tempat-tempat tertentu tersebut mengetahui situasi dan kondisi di tempat-tempat tertentu itu. memberi petunjuk agar perjalanan para pengguna jalan berjalan lancar. seperti lambang verboden/dilarang melintas/satu arah, mungkin yang memasang simbol verboden tersebut ingin mengkomunikasikan dan memberi petunjuk bahwa jika jalan itu dilalui menjadi 2 arah berpotensi menyebabkan macet dan mengganggu kelancaran berlalu-lintas. tetapi tentu simbol tentang peraturan berlalu-lintas itu tidaklah mutlak melainkan kondisional, karena dalam kondisi tertentu semisal ketika tengah malam yaitu ketika tidak ada banyaknya yang berlalu-lintas, jika dengan melalui jalan yang sudah dipasang simbol verboden tersebut tidak akan merugikan diri sendiri dan orang lain, maka jalur tersebut boleh dilalui.
misal tengah malam, ingin pulang ke rumah ada 2 rute untuk pulang ke rumah, yang satu mengikuti semua simbol berlalu-lintas tapi lebih jauh atau melalui jalur yang telah dipasang rambu verboden tapi lebih dekat, selama tidak merugikan diri sendiri dan orang lain sepertinya tidak apa-apa untuk digunakan, karena rambu-rambu dalam berlalu-lintas itu kondisional alias tidak mutlak.

atau mungkin simbol dalam berhala, yang di mana berhala adalah apapun yang diandalkan selain Tuhan. jimat? tapi mungkin ada yang lebih percaya diri daripada memegang jimat, yaitu memegang senjata api, atau mungkin uang? karena mungkin saja ada yang baru bisa lebih percaya diri daripada memegang senjata api yaitu saat lagi memegang uang, atau mungkin yang lainnya kamu bisa menambahkan? sepatu olahraga yang tidak bisa ditekuk? baju berbahan dasar katun berlogo box merah?

atau mungkin simbol-simbol yang ada di agama-agama yang populer seperti yahudi dengan tembok ratapannya yang memiliki 2 sisi, seperti koin, seperti hukum, hanya ada betul dan salah, dua sisi seperti lautan yang dibelah oleh tongkatnya nabi Musa sehingga ketika sudah dipisahkan orang-orang yang pasrah dan sudah mengikuti nabi Musa baru bisa melaluinya. tapi tidak dengan Firaun yang malang, dia dan pengikutnya tenggelam dalam kecampuradukkan.

atau mungkin seperti kristen dan salibnya yang memiliki 4 jalur yang ada titik temu di tengahnya, seperti lambang positif, seperti cinta kasih yang disebarkan oleh nabi Isa, yang ketika sudah ditampar pipi kiri tidak melawan malah menawarkan pipi kanannya, sehingga membuat penampar itu luluh bukan dengan ancaman melainkan dengan kelembutan. atau mungkin memang iya, antara tembok yang dua sisi itu tidak bisa bersatu dengan salib, karena ketika hukum ingin ditegakkan cinta kasih memang harus nampak sedang dipaksa untuk dipasung sementara.

atau mungkin islam dengan bangunan kabbahnya, yang memiliki 4 sisi, 4 jalur, 4 imam metodologi yang tujuannya sama adalah itu-itu juga, atau seperti penyempurnaan dari produk-produk sebelumnya dari strict alpha release, public beta yang akhirnya disempurnakan menjadi public final release, yaitu final release yang unik, unik karena jika dalam rilisannya terdapat bugs, itu bukanlah suatu bugs, melainkan suatu fitur, karena nabi Muhammad menyebarkan rahmat untuk seluruh alam.
atau mungkin hybrid? penggabungan antara nabi Musa dan nabi Isa? ketika ditampar, dibalas sepadan tak apa tetapi jika dimaafkan itu lebih baik.

atau mungkin mendapat pencerahan dalam kisah Dzulkarnain dengan matahari yang sedang terbenam di laut yang berlumpurnya? menandakan suasana yang sedang keruh, sehingga ketika dihadapkan pada situasi tersebut dianjurkan menegakkan hukum agar suasana menjadi cerah tidak keruh kembali. atau mungkin ketika dia dihadapkan pada suatu kaum yang ingin seragam? sehingga mendirikan dinding pembatas, yang akhirnya walaupun diberi kekuatan, dinding pembatas itu akan hancur, karena menyadari bahwa Tuhannya menghendaki untuk tidak seragam melainkan ingin beragam.

atau mungkin sempat menitikkan air mata pada surat lebah ayat 75? karena baru menyadari bahwa lebah dengan madunya tidak akan pernah merendahkan lalat.

atau mungkin mendapatkan pencerahan dari simbol dajjal dengan mata satunya? yang mata kanannya seperti melihat tetapi terlalu menonjol sehingga nampak seperti buah anggur yang busuk, yang padahal mata kanannya itu buta yang sebetulnya sedang melihat dengan mata kirinya. dan kemudian kamu mulai mencoba untuk berfikir terbuka, karena tidak mau mengikutinya yang bertuliskan kafara di jidatnya.

atau mungkin yang sedang berbahagia karena telah menemukan harapan ketika kamu menjadi terbimbing dengan wawasan yang luas dan berpenciuman yang tajam? 

atau mungkin yang sedang berbahagia karena bisa menemukan senjata nabi Isa untuk membunuh dajjal, senjata nabi Isa yang bisa meluluhkan, yaitu  cinta kasihnya.

tak perlu untuk ingin pulang terburu-buru,
pintu itu, iya pintu kematian itu memang terbuka lebar, memang.
kau bisa menggunakannya, memang.
tapi ingatlah, jika sedang ada kontrak kerja, kamu memang bisa kabur menggunakan pintu itu. tapi ingatlah jika kamu menggunakan pintu itu, kamu tidak akan mendapatkan pesangon atau imbalan yang sudah engkau idam-idamkan itu.
kau tak akan mendapatkan apa-apa dan hanya akan meninggalkan aib di tempat kerja yang telah kamu tinggalkan itu.
jalani saja.

anjirrr aing ngetik naon
udah dulu ah ngetiknya capek, oh iya untuk yang ingin mendengarkan podcast episode 1 bisa didengarkan di tautan yang di bawah ini;


Sesi Capruk Dewasa


pislop & gaul :*

Comments

Popular Posts